Selasa, 20 Desember 2011

KEBUDAYAAN NASIONAL

Definisi Kebudayaan Nasional
Kebudayaan Nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa.
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan  kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.

Unsur- unsur yang melandasi budaya tradisional
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan tradisional, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
Sintesa kebudayaan
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat
Sikap kaum kuno terhadap kebudayaan
Sikap kaum kuno terhadap kebudayaan sangat baik mereka sangat menjujunhg tinggi kebudayaan yang mereka anut.sebagai contohnya Agama tradisional, atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang", dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan  Amerika. Pengaruh mereka cukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara, seperti misalnya agama Shinto.
Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.
America Dream, atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah kepercayaan, yang dipercayai oleh banyak orang di AS. Mereka percaya, melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan status sosial, seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
.

Sikap kaum modern terhadap kebudayaan

Sikap kita sebagai kaum modern terhadap kebudayaan ialah kita harus menjaga dan melestarikan kebudayaan yang berasal dari nenek moyang kita. Walaupun kita hidup di era globalisasi yang lebih mementingkan logika dari pada pesan-pesen atau budaya nenek moyang kita,tapi pesan atau budaya nenek moyang kita mengandung banyak unsur di dalamnya. Sebagai contohnya ialah sedekah laut yang di lakukan ribuan warga dan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah, menggelar ritual tahunan sedekah laut sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa atas limpahan rahmat-Nya yang telah diberikan selama ini.
Tradisi yang digelar setiap Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon di bulan Suro (Muharram) dengan menggelar tirakatan semalam suntuk yang berpusat di Pendopo Wijayakusuma Sakti dan di pelosok perkampungan nelayan di seluruh Cilacap.
Ritual dilanjutkan Jumat pagi dengan arak-arakan dari Pendopo Wijayakusuma Sakti menuju Pantai Teluk Penyu sejauh lima kilometer.
Sebelum arak-arakan diberangkatkan, dilakukan prosesi yang menggambarkan “seserahan” (penyerahan) sesaji berupa “jolen tunggul” (tempat sesaji) dari Adipati Cakrawerdaya III (Bupati Cilacap ke-3) kepada para nelayan.


Pengaruh Positif Budaya Asing Terhadap Budaya Nasional
Ada banyak pengaruh positif budaya asing yang terhadap budaya kita:
Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
Aapat mempelajari kebiasaan, pola pikir dan perilaku bangsa2 yg maju sehingga mampu mendorong kita untuk lebih baik lagi dan maju seperti mereka. Adanya kemudahan untuk memperlihatkan dan memperkenalkan kebudayaan negeri kita sendiri ke luar negeri. Terjadinya akulturasi budaya yg mungkin bisa menciptakan kebudayaan baru yg unik.

Pengaruh Negatif Budaya Asing Terhadap Budaya Nasional
Ada banyak pengaruh negatif budaya asing yang terhadap budaya kita:
Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
Adanya globalisasi bisa memungkinkan hilangnya suatu kebudayaan karena adanya percampuran antara kebudayaan lokal dgn kebudayaan dr luar, bisa juga karna memang tidak ada generasi penerus yg melestarikan budaya tsb. Mudah terpengaruh oleh hal yg berbau barat. Generasi muda lupa akan identitasnya sebagai bangsa Indonesia karena perilakunya banyak meniru budaya barat.

Tantangan Pengembangan Kebudayaan Nasional
Tantangan kita untuk mengembangkan kebudayaan kita adalah dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan kita. Kita pun harus bangga terhadap budaya kita dan menanamkan rasa cinta tehadap semua orang agar kebudayaan kita terus terpelihara dan tidak tergeser oleh kebudayaan yang berasal dari luar. Kita juga harus terus mengenalkan budaya kita kepada dunia luar. Dan kita perlu memperbanyak pameran-pameran yang menujukan budaya kita sendiri dan bukan budaya luar contohnya pameran budayaan jepang yang sangat ramai di ikuti anak-anak muda. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar